Siapa yang suka gemes ngeliat anak mainin makanannya ketika sedang makan? *tunjuk diri sendiri*

Udah cape-cape dimasakin, dicantik-cantik kok sama anak malah dipencet-pencet, diremas-remas, bahkan dilempar-lempar ujungnya yang kemakan cuma sedikit. Langsung terbayang-bayang perjuangan membuatnya, belum lagi harus bersih-bersih setelahnya. Udah gitu langsung ambil alih makanannya, ibu suapin biar situasi aman terkendali. Kadang anaknya mau, kadang malah ngambek karena merasa keseruannya  direnggut *drama tambah panjang*. Who’s relate?

Eitss…sabar ibu-ibu. Anak-anak yang sedang belajar makan memang seperti itu. Memainkan makanan merupakan prosesnya mengenal dan mengeksplorasi makanan. Ini merupakan caranya belajar sekaligus kebutuhannya untuk mendapat rangsang sensoris. Biasanya fase ini terjadi sekitar usia 9 bulan hingga 1,5 tahun. Proses anak memainkan makanan terlihat sederhana (dan kadang mengesalkan) bagi kita, namun sesungguhnya melibatkan proses mental yang kompleks pada anak

Anak melihat objek yang menarik -> penasaran -> mencium dan meraba -> mengalami sensasi penciuman dan perabaan -> pengalaman baru yang dimaknakan dan disimpan dalam memori -> pengalaman menyenangkan diulang dan melakukan eksperimen baru (dijilat, diremas, dilempar, dsb) -> anak belajar hubungan sebab akibat melalui dampak perbuatannya.

Tabah aja ya ibu-ibu kalo anak lagi fasenya mainin makanan. Karena di balik itu terdapat proses belajar anak yang sangat bermakna. Berbagai indera yang terstimulasi merupakan bekalnya membangun kemampuan belajar kelak. Ketika fase tersebut sudah lewat, maka anak akan menikmati makanannya tanpa dimainkannya terlebih dahulu. Namun jika merasa kadarnya sudah berlebihan atau lewat usia, kegiatan sensory play dapat menjadi pilihan agar kebutuhan anak untuk mengeksplorasi tekstur terpenuhi. Salah satunya bisa dengan cara beraktivitas dengan buku Jajanan Nusantara dong sambil raba-raba fitur feel and touch nya.

Jadi kalo anak mainin makanan, biarin aja ya Bu 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published.